Potensi Kayu dan Non Kayu KPH. Pogogul

KPHP Pogogul salah satu wilayah KPH di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki keanekaragaman hayati (flora dan fauna) yang cukup tinggi. Di wilayah ini terdapat hutan pegunungan/hutan dataran tinggi, hutan dataran rendah, yang kaya jenis-jenis vegetasi berkayu dan vegetasi tak berkayu baik komersial dan non-komersial.

Jenis-jenis flora yang cukup dikenal masyarakat bernilai komersial tinggi di pasar Internasional maupun domestik, khususnya dari jenis kayu adalah Kayu Meranti (Shorea spp.), Palapi (Herriteria sp.), Nyatoh (Palaqium spp.), Rau (Dracontamelon mangiferum), Bintangur (Calophyllum soulatri), Maraula (Diospyros macrophylla), Agatis/Damar (Agathis spp.), Matoa (Pometia pinnata), Dao (Dracontamelon dao), Mangga hutan (Mangifera foetida), Binuang (Octomeles sumatrana), dll. Selanjutnya dari jenis flora berupa jenis non-kayu adalah Rotan (Calamus spp.), Bambu (Bambusa spp.), Aren (Arenga pinnata) dan jenis palma lainnya.

Dari jenis flora tersebut beberapa jenis yang dikategorikan sebagai jenis tanaman multiguna seperti Agatis (penghasil kayu dan getah damar), Durian (penghasil kayu dan buah), Aren (penghasil nira, ijuk, pati, lidi, buah), dsb.

Potensi hasil hutan berupa kayu dan bukan kayu yang cukup tersedia di kawasan meliputi Pertama, hasil hutan kayu yang bernilai komersial di wilayah ini antara lain; Palapi (Heritiera sp), Nyatoh (Palaqium sp), Cempaka (Elmerillia sp), Agatis (Agathis sp), Meranti (Shorea sp), dan Jabon (Antocephalus macrophylla). Kedua, hasil hutan bukan kayu: Rotan (Calamus sp), Bambu (Bambusa sp), dll. Ketiga, hasil hutan serbaguna (MPTS): Agatis (kayu, getah damar), Aren (nira, gula aren, ijuk, tepung aren, sayur), Durian (kayu, buah), Pangi (kayu, buah), dll.