Pembagian Blok Wilayah KPH Pogogul

KPH Pogogul dibagi menjadi empat blok yaitu blok inti, blok perlindungan, blok pemanfaatan dan blok pemberdayaan masyarakat. Blok adalah bagian wilayah KPH yang dibuat relatif permanen untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan. Selanjutnya berdasarkan blok-blok tersebut, dibagi lagi menjadi petak-petak pengelolaan.

Petak adalah bagian dari blok dengan luasan tertentu dan menjadi unit usaha pemanfaatan terkecil yang mendapat perlakuan pengelolaan atau silvikultur yang sama. Pembagian petak diarahkan sesuai dengan peruntukan berdasarkan identifikasi lokasi dan potensi wilayah tertentu, antara lain wilayah yang akan diberikan izin, dan wilayah untuk pemberdayaan masyarakat.

Kawasan hutan lindung seluas 42.310,37 Ha dibagi kedalam dua blok yaitu blok inti, dan blok pemanfaatan. Sedangkan pada kawasan hutan produksi (HPT dan HP) seluas 145.233,89 Ha dibagi kedalam lima blok yaitu blok perlindungan, blok pemanfaatan kawasan, blok pemanfaatan HHK-HA, blok pemanfaatan HHK-HT dan blok pemberdayaan masyarakat.

Pengelolaan hutan dan arah pemanfaatan hutan pada masing-masing blok pada wilayah KPH Pogogul dilakukan sebagai berikut:

  1. Blok inti pada Hutan Lindung. Blok ini dapat difungsikan sebagai perlindungan tata air dan perlindungan lainnya. Penetapan blok inti didasarkan pada pertimbangan bahwa lokasi Hutan Lindung sulit untuk dimanfaatkan dan apabila dimanfaatkan akan membahayakan daerah bawahannya.
  2. Blok Perlindungan pada Hutan Produksi: Blok ini direkomendasikan untuk perlindungan tata air dan perlindungan lainnya. Blok ini tidak dimanfaatkan, kecuali untuk pemanfaatan jasa lingkungan berupa pengelolaan jasa aliran air. Disamping itu, pertimbangan lain penetapan blok perlindungan pada hutan produksi adalah untuk memberikan kesempatan pada hutan alam dalam meregenerasi dirinya secara alami dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.
  3. Blok Pemanfaatan pada Hutan Produksi dan Hutan Lindung. Blok Pemanfaatan pada Hutan Produksi diarahkan pada pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan tanaman (HHK-HT), pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan alam dalam bentuk/sistem restorasi ekosistem (HHK-RE), pemanfaatan jasa lingkungan seperti wisata alam/hutan, jasa aliran air, dan jasa karbon. Sedangkan Blok Pemanfaatan pada Hutan Lindung, pemanfaatan hutan diarahkan pada pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dalam hutan alam (HHBK-HA) seperti pemungutan rotan, getah, lebah madu, buah/biji.
  4. Blok Pemberdayaan Masyarakat. Blok ini diarahkan pada pembangunan/pengembangan Perhutanan Sosial (PS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *