Pelestarian Hutan Dalam Prioritas Penggunaan Dana Desa

Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa. Ketentuan ini diatur oleh Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019.

Prioritas penggunaan dana desa di bidang pembangunan Desa, diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa diantaranya berupa peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa yang diutamakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan sosial dasar yang berdampak langsung pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan pelayanan sosial dasar di atas diantaranya dilakukan melalui pengadaan, pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana prasarana lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan (1) kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan konflik sosial; (2) penanganan bencana alam dan bencana sosial; dan (3) pelestarian lingkungan hidup.

Berdasarkan kewenangan Desa dimuat contoh daftar kewenangan Desa di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa yang diprioritaskan untuk dibiayai Dana Desa. Dalam daftar kegiatan prioritas bidang pembangunan desa, antara lain dilakukan melalui pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain berupa pencegahan kebakaran hutan.

Sedangkan dalam daftar kegiatan prioritas bidang pemberdayaan masyarakat desa, diantaranya dilakukan melalui pengelolaan usaha hutan Desa; dan pengelolaan usaha hutan sosial. Pada pengembangan usaha BUM Desa dan/atau BUM Desa Bersama yang difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan produk unggulan desa dan/atau produk unggulan kawasan perdesaan, antara lain pengelolaan hutan Desa; dan pengelolaan hutan Adat. Sedangkan pada pembentukan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat dan/atau koperasi yang difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan produk unggulan desa dan/atau produk unggulan kawasan perdesaan, antara lain hutan kemasyarakatan; hutan tanaman rakyat; dan kemitraan kehutanan.

Kegiatan prioritas bidang pemberdayaan masyarakat Desa, juga dilakukan melalui pelestarian lingkungan hidup antara lain pembibitan pohon langka; reboisasi; rehabilitasi lahan gambut; pembersihan daerah aliran sungai; dan pemeliharaan hutan bakau.

Dalam penetapan prioritas penggunaan Dana Desa pada tahap penyusunan rancangan prioritas penggunaan dana desa dalam penyusunan Rancangan RKP Desa, dilakukan berdasarkan prioritas kemanfaatan. Fokus prioritas kegiatan dilakukan dengan cara mengutamakan kegiatan pembangunan dan/atau pemberdayaan masyarakat Desa yang berdampak langsung terhadap pencapaian tujuan pembangunan Desa, diantaranya meliputi kegiatan pelestarian lingkungan hidup dan penanganan bencana alam yang berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat Desa, seperti ancaman perubahan iklim, banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta tanah longsor.

Pelaksanaan pembangunan Desa diantaranya dilakukan dengan pola padat karya tunai, beberapa contoh kegiatan pembangunan Desa yang menyerap tenaga kerja/padat karya dalam jumlah besar diantaranya pembersihan daerah aliran sungai; pembangunan embung Desa; penanaman hutan Desa; dan penghijauan lereng pegunungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *